TOKYO — Merek sepatu retro asal Jepang, Onitsuka Tiger milik Asics (7936.T), memulai langkah ekspansi global untuk memanfaatkan lonjakan permintaan terhadap model-model klasiknya. Merek yang dikenal luas berkat desain kuning-hitamnya ini menjadi fokus upaya perluasan pasar internasional.
Namun, langkah itu tidak tanpa risiko. Para analis memperingatkan kemungkinan Onitsuka Tiger kehilangan pijakan saat bersaing untuk go global, meskipun restrukturisasi kepemilikan melalui spin-off dinilai bisa mempermudah perubahan kepemilikan Asics.
Strategi perluasan global
Onitsuka Tiger dilaporkan mengintensifkan upaya memperluas kehadirannya di pasar internasional untuk mengkapitalisasi tren sepatu retro yang sedang naik daun. Fokus pada ekspansi ini mencakup pemanfaatan popularitas desain ikonik merek tersebut — termasuk model yang sering disebut ‘Kill Bill’ karena kombinasi warna kuning dan hitam.
Perhatian analis terhadap risiko
Meskipun potensi pertumbuhan terlihat menjanjikan, analis menyoroti risiko yang menyertai percepatan go global. Kekhawatiran utama berkisar pada kemampuan merek mempertahankan identitas dan kualitas saat berkembang cepat, serta tantangan operasional dan persaingan di pasar luar Jepang.
Peran spin-off dalam perubahan kepemilikan
Analis juga menilai bahwa rencana spin-off bisa mempermudah perubahan struktur kepemilikan Asics. Langkah semacam ini dianggap memberi fleksibilitas bagi perusahaan induk untuk mengatur kepemilikan dan menentukan strategi bisnis Onitsuka Tiger secara lebih terfokus.
Impak pada Asics dan pasar sepatu retro
Ekspansi Onitsuka Tiger berpotensi memperkuat posisi Asics dalam segmen gaya hidup dan heritage sneakers. Namun, keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada kemampuan merek mempertahankan daya tarik produk klasik sambil menyesuaikan strategi pemasaran dan distribusi di berbagai wilayah.
Meski prospeknya menarik, para pengamat menekankan perlunya kehati-hatian agar ekspansi tidak justru mengikis keunggulan merek. Asics dan Onitsuka Tiger dipantau ketat oleh pelaku industri dan analis saat mereka menjalankan rencana peningkatan jangkauan global ini.
Sumber: Interaksyon
