Konten kesehatan medsos menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Jakarta, 26 Juni 2026 — Dokter sekaligus pendiri Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, mengimbau anak muda untuk tidak mudah percaya pada konten kesehatan di media sosial. Ia menekankan pentingnya sikap selektif saat menerima informasi yang berkaitan dengan kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif menggunakan platform digital, tidak serta merta menerima segala informasi kesehatan yang beredar tanpa mempertimbangkan sumber dan kredibilitasnya.
Panggilan untuk kehati-hatian dalam menerima informasi
Dr. Ray menegaskan agar publik tidak sepenuhnya mempercayai konten-konten kesehatan yang ditemui di media sosial. Pernyataan itu mengajak pengguna untuk lebih berhati-hati dalam menilai informasi kesehatan yang bersifat singkat, viral, atau tampak meyakinkan hanya melalui format unggahan singkat.
Sasaran imbauan: anak muda dan pengguna aktif platform digital
Imbauan ini ditujukan khususnya kepada anak muda, kelompok yang luas keterlibatannya dalam jagat maya membuat mereka sering menjadi penerima dan penyebar informasi. Dr. Ray meminta agar kelompok ini tidak mudah terpengaruh oleh klaim-klaim kesehatan yang belum jelas asal usul atau dasar ilmiahnya.
Peran institusi kesehatan dan pentingnya verifikasi
Sebagai pendiri Health Collaborative Center (HCC), Dr. Ray mengingatkan bahwa institusi dan profesional kesehatan memiliki peran penting dalam menyediakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia mendorong masyarakat untuk mengutamakan sumber yang diakui dan mengedepankan verifikasi sebelum mengadopsi saran kesehatan yang ditemukan di platform digital.
Pesan penutup untuk pengguna media sosial
Pesan utama yang disampaikan adalah ajakan untuk bersikap selektif dan kritis terhadap konten kesehatan yang beredar di media sosial. Dr. Ray menekankan agar setiap individu mempertimbangkan kredibilitas sumber dan tidak langsung mengikuti anjuran kesehatan tanpa memastikan kebenarannya.
Imbauan ini menjadi pengingat bahwa di era informasi cepat, kehati-hatian tetap diperlukan agar keputusan terkait kesehatan didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
